Pemuda Masjid Dunia bersama DMDI Indonesia menyatakan komitmen untuk bekerja sama dengan Kementerian P2MI dalam memperkuat edukasi mengenai migrasi aman bagi calon pekerja migran Indonesia. Kerja sama ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya risiko migrasi non-prosedural yang masih banyak terjadi. Selain itu, langkah ini juga bertujuan memberikan perlindungan lebih baik kepada pekerja migran yang akan bekerja di luar negeri.
Dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Jakarta, pimpinan kedua organisasi menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas lembaga. Mereka menilai bahwa edukasi mengenai prosedur resmi dapat mengurangi ancaman yang selama ini membayangi calon pekerja migran. Mulai dari penipuan, perdagangan orang, hingga eksploitasi tenaga kerja.
Jaringan Internasional Jadi Kekuatan Besar
Pimpinan Pemuda Masjid Dunia dan DMDI Indonesia menyampaikan bahwa jaringan anggota mereka sudah tersebar di lebih dari 20 negara. Jaringan tersebut aktif berinteraksi dengan calon migran serta komunitas pekerja migran Indonesia di berbagai penjuru dunia. Dengan jaringan global itu, proses penyebaran informasi mengenai migrasi resmi dapat berjalan lebih cepat dan terarah.
Selain itu, jaringan internasional membuka peluang besar untuk membangun pusat informasi migrasi di berbagai negara. Para anggota juga siap berperan sebagai pendamping yang memberikan edukasi mengenai hak pekerja, kewajiban hukum, hingga panduan keselamatan selama berada di luar negeri. Dengan langkah tersebut, penyebaran pengetahuan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Penegasan Pemerintah Terkait Pentingnya Edukasi
Kementerian P2MI menegaskan bahwa upaya membangun migrasi aman membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah tidak bisa bergerak sendirian dalam mengatasi kasus migrasi non-prosedural. Karena itu, mereka menyambut baik inisiatif Pemuda Masjid Dunia dan DMDI Indonesia.
Dalam penjelasannya, perwakilan Kementerian P2MI menyoroti beberapa aspek penting. Di antaranya edukasi hak dan kewajiban pekerja migran, peningkatan kemampuan bahasa asing, pelatihan keahlian kerja, serta pembekalan sebelum keberangkatan. Aspek tersebut wajib dikuasai agar pekerja migran dapat menjalani proses secara profesional dan terhindar dari risiko.
Komitmen Mendampingi Calon Pekerja Migran
Pemuda Masjid Dunia dan DMDI Indonesia menegaskan kesiapan mereka untuk mendampingi masyarakat sejak tahap awal. Mereka siap memberikan edukasi mengenai prosedur resmi, menyediakan advokasi dalam proses administrasi, dan memastikan calon pekerja migran memahami dokumen yang mereka tanda tangani.
Selain itu, kedua organisasi siap berkontribusi dalam pemantauan lapangan. Mereka berencana menggerakkan relawan di berbagai daerah untuk membantu calon pekerja migran menjalani proses administrasi dengan benar. Dengan demikian, mereka dapat mengurangi potensi penipuan yang selama ini sering terjadi pada jalur informal.
Di sisi lain, kerja sama ini membawa peluang peningkatan kapasitas bagi anggota organisasi. Mereka dapat mengikuti pelatihan, seminar, serta program pendampingan yang diselenggarakan pemerintah. Pelatihan tersebut membuka jalan bagi anggota untuk berperan lebih besar dalam isu pekerja migran.
Agenda Bersama dan Rencana Jangka Panjang
Ke depan, berbagai agenda bersama akan disusun. Mulai dari sosialisasi lapangan, pelatihan keterampilan, penyuluhan di komunitas masjid, hingga pembekalan sebelum keberangkatan. Dengan agenda tersebut, masyarakat diharap lebih sadar mengenai pentingnya proses resmi dan risiko jalur ilegal.
Selain itu, program bersama juga akan mencakup kampanye digital mengenai bahaya migrasi ilegal. Kampanye tersebut akan dipublikasikan melalui jaringan internasional Pemuda Masjid dan DMDI agar pesan edukatif menjangkau lebih banyak calon pekerja migran.
Sinergi Contoh Baik bagi Organisasi Kemasyarakatan
Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kerja sama tersebut memperlihatkan bahwa masjid dan komunitas keagamaan bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat edukasi sosial. Dengan dukungan itu, pekerja migran Indonesia dapat memiliki kualitas, kompetensi, dan perlindungan yang lebih baik.
Melalui upaya bersama tersebut, harapannya migrasi ilegal dapat ditekan dan keamanan pekerja migran semakin terjamin. Dengan sinergi yang kuat, masa depan pekerja migran Indonesia dapat menjadi lebih aman, bermartabat, dan terlindungi.

