Jakarta, 7 Mei 2026 – Menteri Agama RI, Nasruddin Umar, mengajak seluruh elemen Pemuda Masjid Dunia untuk aktif menangkal hoaks serta mengampanyekan Indonesia sebagai negara damai yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.
Pesan tersebut disampaikan saat pertemuan bersama jajaran Pemuda Masjid Dunia di Masjid Istiqlal. Dalam kesempatan itu, Nasruddin Umar menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital yang memicu penyebaran berita palsu dan provokatif.
Selain itu, Menag meminta generasi muda Islam ikut menjaga keharmonisan sosial melalui edukasi dan penyebaran informasi yang benar.
Pemuda Masjid Punya Peran Strategis
Nasruddin Umar menilai generasi muda memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam melawan disinformasi. Karena itu, ia mengajak pemuda masjid lebih aktif mengedukasi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap isu menyesatkan.
Menurutnya, penyebaran hoaks dapat memecah persatuan umat apabila masyarakat tidak menyaring informasi secara bijak. Oleh sebab itu, pemuda masjid perlu hadir sebagai sumber informasi yang menenangkan dan terpercaya.
Selain menjaga persatuan, generasi muda juga perlu memperkuat literasi digital agar mampu memahami informasi secara objektif. Dengan kemampuan tersebut, masyarakat dapat terhindar dari provokasi yang merusak kerukunan sosial.
Menag Dorong Kampanye Indonesia Damai
Dalam pertemuan tersebut, Menag juga mengajak Pemuda Masjid Dunia untuk mengampanyekan Indonesia sebagai negara damai dan toleran. Ia menilai Indonesia memiliki kehidupan keberagaman yang harmonis dan menjadi contoh bagi banyak negara.
Karena itu, generasi muda perlu menjaga citra positif Indonesia melalui sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan. Menurut Nasruddin Umar, semangat toleransi harus terus tumbuh di tengah masyarakat agar persatuan bangsa tetap kuat.
Ia juga meminta pemuda masjid memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan perdamaian. Dengan penggunaan platform digital yang tepat, generasi muda dapat menyampaikan nilai moderasi beragama secara lebih luas.
MTQ Internasional Digelar di Masjid Istiqlal
Kementerian Agama turut mendukung pelaksanaan MTQ Internasional Pemuda Masjid Dunia yang akan berlangsung di Masjid Istiqlal pada 23 hingga 25 Mei 2026.
Ajang internasional tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mempererat hubungan antargenerasi muda Muslim dari berbagai negara.
Selain menghadirkan kompetisi tilawah Al-Qur’an, panitia juga menyiapkan berbagai agenda keagamaan dan kegiatan sosial yang melibatkan generasi muda Islam. Melalui kegiatan itu, peserta dapat memperluas wawasan keislaman sekaligus memperkuat solidaritas antarumat.
Nasruddin Umar menilai Masjid Istiqlal sebagai simbol persatuan umat dan pusat kegiatan keagamaan yang terbuka bagi seluruh masyarakat. Karena itu, ia berharap kegiatan internasional tersebut mampu memperkuat citra Indonesia sebagai negara damai dan penuh toleransi.
Pemuda Masjid Jadi Duta Perdamaian
Selain menangkal hoaks, Menag meminta pemuda masjid menjadi duta perdamaian di lingkungan masyarakat. Ia mendorong generasi muda untuk aktif menyebarkan nilai moderasi beragama melalui berbagai kegiatan sosial maupun platform digital.
Menurutnya, penyebaran disinformasi dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi dan memicu konflik sosial. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang belum terverifikasi.
Menag juga mengajak pemuda masjid memperkuat semangat persaudaraan dan kepedulian sosial agar kehidupan masyarakat tetap harmonis.
Pemuda Masjid Perkuat Aksi Sosial
Sementara itu, jajaran Pemuda Masjid Dunia menyampaikan komitmennya untuk terus aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Organisasi tersebut rutin membantu masyarakat terdampak bencana dan mendukung bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.
Selain fokus pada aksi sosial, Pemuda Masjid Dunia juga mendorong penguatan pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan generasi muda. Melalui program tersebut, organisasi ingin melahirkan generasi yang religius, nasionalis, dan peduli terhadap sesama.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan Islam, masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang damai, harmonis, dan lebih bijak dalam menerima informasi di era digital.

