JAKARTA – Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Datuk H. Said Aldi Al Idrus, SE, MM, menyoroti persoalan insentif guru ngaji sebesar Rp50 ribu. Perhatian tersebut mengemuka dalam momentum Milad ke-49 BKPRMI yang dirangkaikan dengan penganugerahan BKPRMI Award 2026.
Persoalan kesejahteraan guru ngaji menjadi perhatian penting karena mereka berperan dalam membimbing generasi muda mengenal Al-Qur’an. Selain mengajarkan ilmu agama, para pengajar juga menanamkan nilai moral, membentuk karakter, dan memperkuat fondasi spiritual anak sejak dini.
Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan guru ngaji perlu mendapat tempat dalam agenda peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia. Pengabdian mereka memiliki nilai strategis bagi pembentukan generasi Qur’ani yang berakhlak dan berkarakter.
Said Aldi Al Idrus Soroti Kesejahteraan Guru Ngaji
Said Aldi Al Idrus menempatkan kesejahteraan guru ngaji sebagai isu penting dalam penguatan pendidikan agama. Menurut semangat perjuangan BKPRMI, para pengajar Al-Qur’an memiliki peran besar dalam membangun masyarakat yang religius sekaligus memperkuat karakter generasi penerus bangsa.
Selama ini, guru ngaji menjalankan tugas pendidikan melalui berbagai kegiatan pembelajaran di lingkungan masyarakat. Mereka membantu anak-anak membaca Al-Qur’an, memahami dasar ajaran Islam, serta mengenal nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun demikian, besarnya tanggung jawab tersebut perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kesejahteraan para pengajar. Insentif menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian dalam pembahasan mengenai penghargaan terhadap pengabdian mereka.
Oleh sebab itu, dukungan terhadap guru ngaji perlu mencakup perhatian berkelanjutan, peningkatan kapasitas, dan penguatan peran mereka dalam lingkungan pendidikan keagamaan. Langkah tersebut dapat membantu menjaga keberlangsungan pembelajaran Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Insentif Guru Ngaji Menjadi Perhatian Bersama
Sorotan terhadap insentif Rp50 ribu menjadi pengingat pentingnya membahas kesejahteraan guru ngaji secara lebih luas. Pembahasan ini tidak hanya menyangkut besaran bantuan, tetapi juga penghargaan terhadap kontribusi para pendidik agama dalam membina generasi muda.
Selain itu, masyarakat membutuhkan ekosistem pendidikan keagamaan yang mendukung para pengajar agar dapat menjalankan perannya secara berkelanjutan. Dukungan dari organisasi, masyarakat, dan pemangku kebijakan dapat memperkuat upaya tersebut.
Dengan demikian, perhatian terhadap kesejahteraan guru ngaji perlu menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter. Apresiasi yang layak juga dapat menunjukkan bahwa masyarakat menghargai pengabdian para pendidik yang selama ini membimbing generasi muda mengenal Al-Qur’an.
Milad ke-49 BKPRMI Perkuat Gerakan Pemuda Masjid
Puncak peringatan Milad ke-49 BKPRMI berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026, di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta. Panitia mengusung tema “Menyongsong Setengah Abad BKPRMI, Transformasi Gerakan Pemuda Remaja Masjid Menuju Indonesia Emas 2045.”
Melalui momentum tersebut, BKPRMI memperkuat semangat transformasi organisasi menjelang usia setengah abad. Tema kegiatan menekankan pentingnya peran pemuda dan remaja masjid dalam mendukung pembangunan bangsa melalui pembinaan generasi muda.
Selain memperingati perjalanan organisasi, kegiatan ini juga menghadirkan BKPRMI Award 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada tokoh, kader, dan pihak yang dinilai memberikan kontribusi bagi masyarakat serta gerakan pemuda remaja masjid.
Ketua DPP BKPRMI, H. Nanang Mubarok, bersama jajaran pengurus dan perwakilan daerah turut menghadiri momentum tersebut. Kehadiran berbagai unsur organisasi memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat gerakan kepemudaan berbasis masjid.
BKPRMI Dorong Generasi Qur’ani Menuju Indonesia Emas 2045
Peningkatan kesejahteraan guru ngaji berkaitan erat dengan upaya membangun pendidikan keagamaan yang berkelanjutan. Sebab, para pengajar Al-Qur’an berperan dalam menanamkan nilai keislaman sekaligus membentuk karakter anak sejak usia dini.
Di sisi lain, BKPRMI memiliki ruang untuk terus memperkuat gerakan pemuda dan remaja masjid melalui program pendidikan, dakwah, sosial, kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi umat. Berbagai bidang tersebut dapat saling mendukung dalam membangun masyarakat yang lebih berdaya.
Memasuki usia ke-49, BKPRMI juga menghadapi momentum penting untuk memperkuat kontribusi organisasi menjelang setengah abad perjalanan. Penguatan pembinaan kader dan perhatian terhadap guru ngaji menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pendidikan Al-Qur’an di berbagai lingkungan masyarakat.
Pada akhirnya, kesejahteraan guru ngaji membutuhkan perhatian yang konsisten dari berbagai pihak. Melalui momentum Milad ke-49 BKPRMI, sorotan Said Aldi Al Idrus terhadap insentif Rp50 ribu mengangkat kembali pentingnya penghargaan bagi para pendidik agama.
Dengan dukungan yang berkelanjutan, guru ngaji diharapkan dapat terus menjalankan peran penting dalam membina generasi Qur’ani. Upaya tersebut sekaligus mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045 melalui penguatan karakter, moral, dan pendidikan keagamaan sejak dini.

