Ace Hasan: Camp Religi Cetak Pemuda Berwawasan Global

Juni 26, 2026
camp religi

SUKABUMI – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Ace Hasan Syadzily, menilai Camp Religi Mubarakah VIII Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang religius, berkarakter, dan memiliki wawasan global. Menurutnya, kegiatan tersebut memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membuka ruang kolaborasi antarpemuda dari berbagai negara.

Ace Hasan menyampaikan pandangan itu saat membuka Camp Religi Mubarakah VIII di Pusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbangdai) Asrama Haji Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (25/6/2026). Panitia menghadirkan sekitar 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta delegasi dari 12 negara.

Camp Religi Perkuat Karakter Generasi Muda

Ace Hasan menjelaskan bahwa Camp Religi Mubarakah tidak hanya mempertemukan pemuda dalam satu kegiatan. Forum tersebut juga mendorong peserta untuk memperkuat karakter, meningkatkan kemampuan memimpin, dan memperluas wawasan internasional.

Menurutnya, generasi muda membutuhkan ruang yang mampu menggabungkan pendidikan keagamaan dengan pengalaman lintas budaya. Melalui pendekatan tersebut, peserta dapat memahami keberagaman sekaligus memperkuat semangat persatuan.

Selain itu, Ace Hasan mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai sarana belajar dan membangun jejaring yang bermanfaat bagi masa depan.

Forum Internasional Bangun Kolaborasi

Camp Religi Mubarakah VIII mempertemukan peserta dari berbagai daerah dan sejumlah negara sahabat. Kondisi tersebut membuka kesempatan bagi pemuda untuk bertukar pengalaman, berbagi gagasan, dan membangun kerja sama.

Interaksi antarpeserta juga memperkaya pemahaman mengenai kepemimpinan, toleransi, dan peran pemuda dalam menghadapi tantangan global. Karena itu, penyelenggara terus mengembangkan kegiatan ini sebagai forum pembinaan yang berorientasi pada masa depan.

Said Aldi Dorong Penguatan Akhlak

Presiden Pemuda Masjid Dunia, Said Aldi Al Idrus, mengatakan Camp Religi Mubarakah bertujuan membentuk generasi muda yang memiliki keimanan kuat, akhlak mulia, dan semangat memberi manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, pemuda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Penyalahgunaan narkoba, pengaruh negatif media digital, serta perubahan sosial memerlukan perhatian dari semua pihak.

Oleh sebab itu, pendidikan agama dan pembinaan karakter harus berjalan secara berkelanjutan. Langkah tersebut akan membantu generasi muda menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai moral.

Beragam Kegiatan Tingkatkan Kapasitas Peserta

Panitia menyusun berbagai kegiatan yang menggabungkan pembelajaran keagamaan dengan pengembangan kepemimpinan.

Peserta mengikuti pembelajaran Al-Qur’an, kajian keislaman, pelatihan kepemimpinan, dialog kebangsaan, forum kepemudaan internasional, pertukaran budaya, bakti sosial, wisata religi, hingga salat berjamaah.

Melalui seluruh rangkaian tersebut, peserta memperoleh pengalaman yang memperkuat disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kemampuan bekerja sama.

Perebutkan Piala Menteri ESDM

Selain mengikuti pembinaan, peserta juga bersaing memperebutkan Piala Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Pemuda Masjid Dunia.

Bahlil belum dapat menghadiri kegiatan karena menjalankan tugas kenegaraan. Meski demikian, ia tetap menyampaikan salam dan dukungan kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh agenda dengan semangat.

Siapkan Generasi Berdaya Saing

Camp Religi Mubarakah VIII menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan lintas negara sekaligus meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia. Kegiatan ini juga mendorong lahirnya pemuda yang mampu berpikir terbuka, menjaga nilai keagamaan, dan menghargai keberagaman.

Penyelenggara berharap setiap peserta membawa pulang pengalaman berharga yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan tumbuh sebagai generasi yang religius, berintegritas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *