SUKABUMI – Presiden Pemuda Masjid Dunia, Said Aldi Al Idrus, menilai Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pembinaan generasi muda Islam bertaraf internasional. Penilaian tersebut muncul setelah penyelenggaraan Camp Religi Mubarakah VIII Tahun 2026 berhasil menghadirkan sekitar 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta delegasi dari 12 negara.
Menurut Said Aldi, keberhasilan kegiatan tersebut membuktikan bahwa Sukabumi memiliki kapasitas untuk menjadi lokasi pembinaan kepemudaan yang menggabungkan pendidikan keagamaan, kepemimpinan, dan penguatan karakter dalam satu program terpadu.
Sukabumi Miliki Potensi Besar
Said Aldi menjelaskan bahwa Sukabumi memiliki berbagai keunggulan yang mendukung pengembangan pembinaan generasi muda Islam. Selain memiliki lingkungan yang kondusif, daerah ini juga mendapat dukungan pemerintah daerah, fasilitas yang memadai, serta partisipasi masyarakat yang tinggi.
Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi modal penting untuk menghadirkan program pembinaan yang berkelanjutan. Karena itu, Sukabumi dinilai mampu menjadi pusat kegiatan kepemudaan Islam yang mampu menarik peserta dari berbagai daerah maupun negara.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi agar program pembinaan mampu berkembang secara berkesinambungan.
Camp Religi Bangun Karakter Pemuda
Said Aldi menegaskan bahwa Camp Religi Mubarakah tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bagi pemuda dari berbagai negara. Sebaliknya, kegiatan tersebut juga membangun karakter peserta melalui penguatan nilai keimanan, akhlak, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta semangat kemanusiaan.
Selain memperluas jaringan pertemanan internasional, peserta memperoleh pengalaman belajar yang mendorong lahirnya sikap toleran, disiplin, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, mereka mampu menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
Menurutnya, pembinaan karakter harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar pemuda mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Peserta Ikuti Beragam Program Pembinaan
Panitia menyusun berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas spiritual, intelektual, dan kepemimpinan peserta. Seluruh peserta mengikuti setiap program secara aktif selama pelaksanaan camp.
Adapun rangkaian kegiatan meliputi:
- Pembelajaran Al-Qur’an.
- Kajian keislaman.
- Pelatihan kepemimpinan.
- Dialog kepemudaan internasional.
- Pertukaran budaya.
- Bakti sosial.
- Wisata religi.
- Pembiasaan ibadah berjamaah.
- Penguatan disiplin.
- Pembentukan karakter.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperdalam pemahaman agama, tetapi juga meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, serta kepemimpinan dalam lingkungan internasional.
Dorong Pembinaan Berkelanjutan
Said Aldi berharap penyelenggara terus melaksanakan Camp Religi Mubarakah secara berkesinambungan. Menurutnya, kesinambungan program akan memperkuat peran Sukabumi sebagai pusat pembinaan generasi muda Islam bertaraf internasional.
Ia optimistis kegiatan tersebut mampu melahirkan pemimpin muda yang memiliki keimanan kuat, akhlak mulia, jiwa kepemimpinan, serta semangat persaudaraan yang tinggi. Di sisi lain, para peserta juga memperoleh bekal untuk menghadapi perkembangan zaman dengan sikap yang bijaksana dan bertanggung jawab.
Perkuat Peran Indonesia di Tingkat Internasional
Penyelenggaraan Camp Religi Mubarakah VIII turut memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kegiatan kepemudaan Islam di tingkat internasional. Kehadiran peserta dari berbagai negara menunjukkan besarnya kepercayaan dunia terhadap penyelenggaraan program pembinaan di Indonesia.
Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, kepemudaan, dan pengembangan karakter. Oleh karena itu, Sukabumi berpotensi menjadi lokasi strategis bagi penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kepemudaan, pembinaan generasi muda diharapkan terus berkembang. Dengan demikian, Indonesia dapat melahirkan generasi yang religius, moderat, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan perdamaian dunia.

